Tuesday, October 11, 2016

Intinya Ada Oktinya, deh

Tadi rencananya mau berpuitis, tapi ga jadi karena kebelet pipis. Tapi ini nulisnya nggak dari dalem wc kok. Selamat ulang tahun Oktiiiiiii guru matematikaku, semoga cita-cita keliling dunianya bisa terwujud, dan yang terpenting, aku bisa ikut. - - Who’s Okti? Dia adalah sahabatku sekaligus guru matematikaku. Btw bukan cuma jadi guru matematika buat aku aja, tapi juga buat anak-anakku kelak karena doi sekarang menempuh pendidikan dan rintangan kehidupan serta jalan menuju perkawinan (apasih) di PGSD Universitas Yogyakarta, yang artinya suatu hari nanti doi bakalan jadi guru sd yang senyumnya bersahaja dengan kerudung manis bermotif bunga yang kebanyakan bentuknya mirip rengginang warna-warni. Kenapa doi aku sebut sebagai guru matematika? Karena hanya doi yang mengerti seberapa dalam perasaanku kepada matematika dan seberapa sering aku mendoakan orang yang menciptakan matematika agar diampuni dosanya dan tenang di alam sana. Aku ga suka matematika. Sebenernya bukan ga suka sih, tapi ga suka banget. Dengan sangat aku menyadari kalau mau berusaha mencoba pasti bisa. Tapi jangankan nyoba, baru liat sampulnya aja pandanganku udah ngeblur. Memang salahku karena dari awal masuk SMK (kayaknya sih dari lahir) udah punya mindset bahwa matematika itu susah dan menganggap matematika sebagai musuh yang sadis, tidak berperikesantaian. Aku ga pernah paham sama apa yang diterangin guru matematika, lebih tepatnya ga peduli, selalu nyantai di kursi paling belakang. Beberapa bulan mendekati UN akhirnya khawatir juga. Mau tanya sama temen-temen tapi bahasa angka mereka ga terdeteksi otak. Beruntunglah ada Okti di dalam kehidupan alam semesta ini. Dengan sabar doi ngajarin aku. Entah kenapa aku bisa paham, ada unsur-unsur bahasa kalbunya kali ya. Aku bisa paham beberapa jenis soal matematika meski ga sebanyak yang temen-temen kelasku paham :’) H-3 UN semangat hidupku naik 2,17% dari biasanya. Tapi Tuhan berkehendak lain.. (Okti masih hidup sampai sekarang kok sumpah, buktinya bisa ulang tahunan kan) Aku kena typus featuring Demam Berdarah dan harus di opname. Aku excited banget waktu diinfus karena itu adalah infus perdana selama 17 tahun. Rasanya keren ada yang nempel-nempel di tangan, kayak digandeng orang, padahal bukan. Tapi takut juga kalo gabisa ikut UN. Alhasil H-1 aku pulang paksa dengan infus menempel di tangan. Esok paginya cek darah dan trombosit naik, infus bisa dilepas. Karena sekolahku pakai sistem UN online, kelasku kebagian jam 1 siang dengan mata pelajaran matematika :’) Ngerjain matematika jam 7 pagi dengan energy masih 100% full aja masih sambil ngeden-ngeden, apalagi ini di jam bobo siang, diiringi suara adzan, menentukan kelulusan pula. Terus…........ Mau aku lanjutin tapi kayaknya followers IGku bakal berkurang deh gara-gara muak baca tulisanku hahaha. Intinya aku dan okti berhasil lulus dengan nilai yang sangat bagus dan sedikit banget bagusnya. Okti sangat bagus dan yang sedikit bagusnya gausah ditanya siapa. Doi kuliah jurusan PGSD di Universitas Yogyakarta dan aku juga bisa kuliah, jurusan Sastra Indonesia Universitas Udayana --meskipun nilai matematikanya ga sebaagus manusia normal pada zaman itu. Btw salah satu alasan pilih Sastra Indonesia adalah karena disitu ga belajar matematika hoahahahahahahaha……….tapi masih ada linguistik. Kata orang itu matematikanya Sastra Indonesia. Tapi mumpung ini masih semester awal ditambah ga ada Okti di Bali, aku akan berusaha mencintai linguistik seperti aku mencintai Indomie. Yaaaaaa demikianlah tulisan yang tadinya mau aku kasih judul “Selamat Ulang Tahun Okti” tapi pada akhirnya melenceng ke “Pengalaman Hidup Bersama Okti dan Matematika” atau “Ini Tentang Aku, Okti dan Angka” atau “Okti Bantu Aku Mencintai Matematika”. Bagusan mana?--------------------------- Maafkan daku Oktiiiiiiiiiiiii, aku bukan sahabat yang baik, ulang tahunmu tanggal 10 tapi aku lebih suka angka 11 jadi aku ucapinnya sekarang. Maafin ga bisa kayak kamu dulu waktu aku ulang tahun ngirim paketan kado dari Jogja ke Denpasar. Jangankan ngirim paketan, tau harga Indomie rasa Dendeng lebih mahal seratus perak dari rasa yang lain aja aku langsung berhenti beli yang rasa Dendeng.. Intinya semoga yang kamu cita-citakan diberi jalan untuk dicapai! I love youuuuuuu (sambil peluk Handoko)----------- *Handoko = beruang Teddy Bear hadiah ulang tahun ke 17 dari okti yang diambil dari nama bus lewat waktu nunggu bus pulang bareng Okti waktu SMK ----------------------------------- 11/10’16 Bersama banyak bubuk dan cairan manis, Jl. Tukad Pakerisan 66a. Chikamegakw2

1 comment: